Cerpen: KeluargaKu
Ini adalah tulisan hasil karya yang aku buat dari tugas yang pernah diberikan dari sekolah aku dulu. Aku lupa ini saat aku di kelas berapa yang pasti tulisannya sangat tidak teratur dan kurang sentuhan editor. Bila kalian sedang membaca tulisan ini, aku harap kalian tidak pusing membacanya. 14 Oktober 2013
“Ayo
kevin kapan lagi kamu bisa senang- senang kayak gini ayo terusin minum mu” kata
perempuan murahan menyuruh ku meneguk minuman yang terlarang.
“Ah sudah sana minggir sana dasar perempuan
murahan aku mau pulang saja” kataku sambil mendorong ia dengan keadaan mabuk”
“Awas
kau ya jangan berharap kamu bisa dapetin aku”
“Aku nggak
perduli kamu mau bilang apa duit aku masih banyak harta aku pun masih melimpah
cewek – cewek masih mau nempel sama aku”
“Terserah
kamu deh, kamu kaya aja duit orang tua kamu”,
“Aku gak
perduli duit – duitku masalah buat elo!”.
Dan ahirnya aku meninggalkan tempat hiburan
malam tersebut dan dalam masih keaadaan mabuk mungkin aku harus cepat pulang
karna sudah sangat lelah. Nama aku adalah kevin aku terlahir dikeluarga kaya
raya ayahku seorang derektur perusahaan ternama di Surabaya, sementara ibuku
adalah seorang ibu rumah tangga aku adalah anak tunggal yang memiliki apa saja,
tidak ada yang bisa mengalahi kekayaan ku aku adalah anak terkaya se-Surabaya tapi
entah kenapa aku merasa aku masih merasa kurang dengan apa yang aku miliki saat
ini.
***
“Tok tok tok IBUU BUKA PINTUNYA tok tok tok
BU BUKA PINTUNYA” dengan kerasnya aku menotok pintu
“Masaayalloh nak dari mana saja kamu ya allah
kamu mabuk lagi ya sampai kapan lagi ibu bilang nak berhenti buat minum –
minuman kayak gitu itu dosa nakk.”
“AAAAGRHH PERGI SANA!!” sautku dengan kasar sambil mendorong ibu
sampai terjatuh yang menggrutui ku
“ Astagfirulloh istigfar nakkk ya allah” ibu
merintih kesakitan karna kepala ia terbentur meja
“KEVIN apa apaan kamu ini PLAKKK” ayahku
datang lalu menamparku sepertinya ia melihat aku mendorong ibu sampai berdarah
“Apa maksud ayah menamparku ayah tidak
berhak menaparku”
“Apa katamu tidak berhak? Ayah ini bapakmu
dan ibumu ini orang yang mengandung kamu selama sembilan bulan kamu ini sudah
kelewatan kevin”
“Sudah lah yah aku sudah capek aku mau
tidur” dan aku langsung naik kelantai dua dan masuk ke kamar sambil menggebrak
pintu.
“Sudah lah pak biarkan mungkin dia capek”
“Apa maksud ibu dia sudah kelewatan bu lihat
dia mendorang ibu seperti itu tidak bisa dibiarkan anak seperti itu bu”
“Sudah lah pak sudah sabar mending kita
tidur”
“Kita harus membuat pelajaran untuk dia bu”.
***
Hari sudah pagi waktunya aku untuk pergi ke
sekolah aku duduk di bangku SMAN yang letaknya
tak begitu jauh dari rumah, aku lekas mandi dan langsung berangkat sementara
uang di dompet ku tak cukup untuk membeli bensin mobil dan uang jajan oh iya
aku harus membeli jam tangan baru dan sepatu baru aku harus cepat meminta uang
ke ayah untuk memenuhi semua keinginanku.
“Ayah minta uang!” kataku dengan tegas dan
aku melihat ayah masih menseruput secangkir kopi
“Kemarin ayah sudah beri kamu dua juta dan
itu sudah habis semua?” saut ayah terheran
“Ahh bawel banget iya sudah habis semua!”
sautku semakin membentak, memang kemarin aku habiskan untuk bersenang – senang dan
membeli apa yang aku mau tapi itu belum cukup
“Emang kamu mau minta berapa lagi sih
sayang” kata ibu
“ Lima juta bu!” dengan pantangnya aku
meminta
“Apa kamu bilang lima juta!!!!!”
“Iya lima juta yah kenapa gak ada nggak
mungkin dong kalau gak ada kalau nggak di kasih aku bakal kabur dari rumah!”
“Oke ayah kasih tapi dengan satu syarat
kalau kau sampai mabuk lagi dan kamu pulang malam nggak segan – segan ayah
ngusir kamu dari rumah”
“ Oke sepakat siapa takun!”.
Dan ahirnya ayah memberi aku uang dengan syarat
ayah akan mengusirku dari rumah aku tidak perduli dia bilang apa yang penting
aku bisa dapat uang buat senang – senag nanti, aku langsung berangkat dengan
menggunakan kendaraan mobil ferrari tersayang yang seharga 1,6 miliar tersebut
dan lalu aku langsung bergegas pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan dengan
kedua orang tua ku.
“Ayah kenapa ayah bilang begitu tadi yah
bagaimana jika anak kita benar – benar pergi dari rumah” kata ibu yang sangat
kawatir
“Biarlah bu apa ibu tidak ingat dengan perlakuaan ia tadi malam ke ibu dia itu harus
diberi pelajaran”
“Ibu kecewa dengan sikapnya sekarang yah
tapi ibu kawatir dengannya apa yang harus kita lakukan yah”
“Sabar ya bu ayah akan segera bertindak!”.
***
Brum brum brum aku telah sampai di sekolah
seperti biasa mata teman – teman ku menghadap ke mobil ku yang sangat mahal, setiap
pagi aku selalu di sambut hangat oleh para teman segeng ku, mereka juga sama
sepertiku para kaum anak orang kaya langsung saja aku keluar dari mobil sambil
mencopot kacamata hitam dan langsung bergegas masuk kekelas aku adalah orang
yang paling terkenal di sekolah ku karna aku adalah yang paling terkaya
terganteng dan terkenal tiada bandingnya semua kaum perempuan mengidamkan aku
tapi ada perempuan yang aku suka yaitu Dita.
“Kevin nanti teraktir aku di mall ya plis” kata
dita cewek tercantik di sekolah menghampiriku
“Gampang nanti kita nonton, makan dan beli
baju”
“Ihh kevin baik banget deh”
“Kevin gitu loh apa yang enggak sih” pamer
ku.
***
Begitu sekolah usai aku dan Dita pergi ke Surabaya Town Square atau biasanya anak
muda bilang sutos kita sempatkan
berbelanja dan bersenang senang dan ahirnya kita makan dan melakukan
perbincangan yang asik.
“Kevin kamu ini anak yang beruntung ya pasti
kamu punya keluarga yang harmonis, enak banget ya kalau aku jadi kamu”
“Eeh....ee... iyaa.. aku anak laki – laki
yang mempunyai keluarga yang beruntung” saut ku dengan ragu dan malu karna aku
tak yakin akan jawapku
“Ahh... kamu harus bersyukur vin kamu masih
mempunyai keluarga yang lengkap sementara aku mama aku singel parent vin ayah aku sudah nggak ada sejak aku umur sembilan
tahun dan sementara saudarah ku ada tiga dan mama ku sanggup merawat tiga anak makanya
aku harus ngebahagiaiin mama ku sebelum ia tiada” kata dita sambil merasa
terharu dengan ceritanya “wah jadi curhat nih kita pulang aja yuk udah sore ini
sebelumnya trimakasih ya vin”
“Oke sama sama”dengan perasaan yang kacau
aku memantapkannya untuk ajakan pulangnya
Dan ahirnya kita pulang dan aku mengantarnya
tepat dirumahnya yang letak rumahnya berada di daerah rungkut. Aku merasa kata
dita benar aku harus bersyukur dengan semua yang diberikan oleh keluarga dan
sementara ini aku selalu membentak kepada kedua orang tuaku, aku telah
menyakiti mereka, aku telah bertindak kasar kepada mereka, di dalam perjalanan
ku ke rumah aku menangis aku merasa menyesali atas perilakuku ahir – ahir ini
aku paham sekarang bahwa keluargaku
adalah harta kekayaan yang paling berarti dari pada apapun aku harus cepat
meminta maaf.
“Ayah ibu kalian dimana!!!!!” aku mencari
ayah dan ibu tetapi mereka tidak ada aku melihat perabotan rumah, kursi, meja,
dan lain – lainnya sudah tidak ada aku bingung mereka ada dimana tapi aku
menemukan sepucuk surat kecil tertulis ‘rumah
ini di sita oleh pihak polisi bapak santoso dan ibu kurotin ditangkap oleh
pihak berwajib untuk dimintai keterangan
sekian dan terimakasih’
“APA MOBIL KU..... MOBIL KU DIMANA, MOBIL KU
HILANG!!! ” dan aku baru teringat kunci
mobilku masih menempel di mobil mungkin sudah dicuri oleh orang.
Kandas sudah penyesalanku orangtuaku di
tangkap polisi aku harus kemana aku takut jika aku juga ditangkap oleh polisi
aku bingung aku harus cepat pergi dari rumah ini ya Tuhan tolong aku, aku arus
kemana?
***
Aku terus berjalan di ketengahan malam ini
mencari tempat berteduh dan ahirnya aku tidur di tempat biasanya para pemulung
tidur. perut ku merasa memangil manggil meminta aku harus memakan sesuatu dan
perut ku terus memanggil dan semakin sakit sementara dompet ku tertinggal di
mobil
“Mas, mas sendiriaan ta gabung sama ibu saya
makan yuk mas kayaknya mas belum makan” seorang anak kecil seumuran tiga tahun
yang menghampiri ku menawari makan bersama dengan ibunya
“Ooohh makasih ya dek terimakasih” saut ku
degan merasa sangat senang
“Sopo iki toh dek kamu ini ngajak siapa” seorang ibu tua yang
menggunakan kaus compang camping menghampiri anaknya tersebut, sepertinya
pekerjaan ibu tersebut adalah pemulung
“Ini mas – mas aku ajak gabung bu sakno belum
makan”
“Ya udah sinten sampean ini mas?”
“Nama saya kevin bu orang tua saya tiba –
tiba menghilang katanya masuk penjara”
“Lah kok bisa itu loh lah nak kevin kemana”
“Saya pas saat itu pergi saya merasa
menyesal kepada orang tua saya bu”
“Lah kok bisa”
“Saya sudah durhaka sementara orangtua saya
masuk penjara bagaimana saya minta maaf”
“Nak kavin sebagaimana orang tua itu pasti
memaafkan perbuatan nak kevin karna mereka adalah orang tua nak kavin mereka
membesarkan nak kavin degan kasih sayang dididik agar kelak nak kavin jadi
orang yang berguna walaupun terkadang orang tua kadang membentak memarahi akan
tetapi itu wujud kasih sayang, harta yang paling tak ternilai itu ya kasih
sayang dari orang tua loh nak kevin kesuksesan seseorang itu juga dari orang
tua apalagi ibu jadi nak kavin harus melakukan yang terbaik untuk orang tua nak
kevin”
“Saya harus ngelakuiin apa bu?” tanyaku
“Berusaha agar berbakti kepada orang tua
sebap nak kavin keluarga adalah hal dari segala – galanya belum tentu nak kevin
bisa melihat mereka besok tetaplah mendoakannya dan melakukan yang terbaik
untuk mereka ya nak kevin”
“Tapi orang tua ku ada di sel tahanan
sekarang bu aku tak dapat melihat mereka”
“Tetaplah berdoa nak kavin berdoa untuk
mereka”
“Baik bu saya mengerti trimakasih bu”
Lalu aku melanjutkan makan malam bersama ibu
dan anak di depan toko pasar yang tutup lalu kita tidur di sana aku semakin
menyesal atas kedurhakaan ku kepada orang tuaku
***
Kumandang adzan subuh pun berkumandang aku
langsung bergegas bangun dan mencari masjid terdekat yang ada didekat pasar
tersebut lalu aku bersujud lalu setelah itu aku berdoa “ya Alloh ampunilah dosa
ku dosa kedua orang tua ku selama ini aku durhaka kepada mereka ya alloh,
mengacuhkan nasehat mereka, bertindak kasar kepada mereka ya alloh isinkan aku
bertemu dengan mereka meminta maaf lalu memeluk mereka robbana aatinaa fiddunyaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa
adzaabannaar amin amin ya robbal ‘aalamiin”
Hujan turun membasahi kota Surabaya untuk
pertama kali setelah adanya musim kemarau panjang yang sangat panas, setelah
ini aku harus kemana aku tak punya uang apa aku harus mencari uang tapi
bagaimana caranya?, sambil berjalan ada mobil yang berhenti di depan ku
sepertinya aku mengenali mobil dan plat nomernya tiba – tiba sesosok wanita dan
pria menyondori ku payung dan ternyata
“KEVIN ANAK KU” saut
ayah dan ibu me melukku dengan erat
“Ayah ibu bagaimana
bii..bii..saa” aku begitu taget ketika melihat ayah dan ibu memelukku
“Maafkan ibu dan ayah
ya kevin kita terpaksa melakukan ini kita berakal akalan untuk membuat hal
seperti ini rumah, mobil semuanya itu akal akalan kami ini semua agar kamu
dapat pelajaran akan sikap mu selama ini”
“ Maafkan kevin ya yah
bu selama ini kevin durhaka kepada kalian” aku sambil mencium kaki mereka
“Sudah lah kevin ibu
dan ayah sudah memaafkan kamu sudah dari dulu” “iya ayah juga sudah memaafkan
kamu”
“Terimakasih ya yah bu”
air mataku terpecah aku tetap memeluk mereka ditengah jalan yang becek
Dan pada ahirnya kami hidup seperti semula, aku
berubah sekarang aku bukan lagi laki – laki yang sombong seperti dulu sekarang
aku lebih mementingkan kasih sayang yang orang tua berikan kepadaku terimakasih
tuhan memang benar keluargaku adalah hal segalanya untukku mengalahkan hal apapun
di dunia ini.
-SEKIAN-
Komentar
Posting Komentar