Resensi buku: Makamkan dirimu di tanah tak dikenal
04 Januari 2015
1. Identitas Buku:
‒ Judul
buku : Makamkan dirimu di tanah tak dikenal
‒ Nama
pengarang: Mohamad Sobary
‒ Nama
penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
‒ Jumlah
halaman: 303 hal
‒ 2. Isi buku/ Ringkasan
Buku ini membahas tentang permasalahan yang ada di ibu pertiwi ini. Terdiri dari beberapa bab – bab dimulai dengan wajah manusia di tengah pembangunan setelah itu manusia kemelut demokrasi kemudian merawat dan mencipta tradisi lalu religiositas hidup sehari hari. Di buku ini juga terdapat pembahasan tentang realita keadaan bumi ini seperti kerakusan politik ,korupsi yang semakin membabi buta , kehidupan metropolitan yang berbinar – binar, kehidupan para kaum rendah dengan segala kepahittannya dan juga terdisi di indonesia dengan segala mitos – mitosnya dan kebudayaan diindonesia dengan segala keunikannya. Terkadang kita kurang memahami atau menghindar dari permasalahan di ibu pertiwi ini dan buku ini mengupas masalah – masalah secara “nyelekit” tapi “asik”, sobary mengingatkan hidup dan berkembang bukan karna dijaga dan dirawat, malainkan karena di brontak maka dari itu mengapa judul buku ini dinamakan “Makamkan dirimu di tanah tak di kenal”
3. Kesimpulan
Buku ini sedikit susah di mengerti dan kata – katanya juga tinggi akan tetapi buku ini sangat bagus untuk mengintropeksi diri kita karna makna yang terkandung juga tinggi. Penggambaran tentang ibu pertiwi juga sangat tergambar jelas di buku ini. Jika kita
ingin membaca buku ini kita harus fokus karna jika kita tidak fokus kita tidak akan bisa mengerti isi buku ini karna buku ini sedikit boring dan melelahkan dikarenakan bahasanya cukup tinggi
4. Penutup
Terkadang kita malu memandang wajah kebudayaan kita, karna banyak hal yang kita tidak sukai dari wajah pemerintah kita, ketidak makmuran masyarakat dan lain – lain, lewat kumpulan esai ini, sobary mengajak kita untuk menatap lekat – lekat wajah kubudayaan indonesia yang compang camping dan menyedihkan dengan gaya bahasa yang cukup tinggi namun asik kita di ingatkan lewat buku ini.
Komentar
Posting Komentar